Bertoleransi di Era Milenia
Indonesia negara kepulauan terbesar didunia dengan beragam suku, agama, budaya, adat, bahasa dan lain-lain sangking banyak gag bisa gua sebutin satu per satu. Dulu sejak SD sampe Kuliah gua selalu diajarin bahwa toleransi itu sangat penting untuk menjaga keutuhan negara kesatuan Republik Indonesia yang notabene negera kepulauan yang rapuh (macam hati cewek aja ✌) akan aksi separatis.
Diera milenia yang begitu agung menurut warganet ini arti toleransi sudah berubah pandangan. Toleransi bukan lagi sikap saling memahami perbedaan, saling menghargai pendapat ataupun alat pemersatu. Toleransi sudah berubah haluan, yang digunakan segelintir orang yang menurut gua terlalu cerdas untuk melaksanakan kehendak mereka. Toleransi bukan lagi sebuah ajaran yang membuat kita dapat melaksanakan kewajiban dengan tenang dan damai tanpa melupakan hak-hak orang lain, namun toleransi berubah sebagai ajaran yang menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan walaupun akibat akan sangat fatal yaitu perpecahan.
Toleransi di era milenia sudah dipandang sebelah mata😳. Toleransi yang mengajari adanya keberagaman sudah sedikit yang berlaku 😑, toleransi yang mempersatukan etnis dan suku sudah jarang, apalagi toleransi yang menghormati agama satu dengan yang lainnya sudah hilang entah kamana. Toleransi diera milenia dipandang hanya untuk kaum mayoritas saja, yang sukunya sama, etnisnya sama, adatnya sama, agamanya sama serta tujuannya sama.
Toleransi sudah tidak menjadi alat pemersatu kaum mayoritas dan minoritas tapi lebih dipandang sebagai senjata yang jitu untuk meghancurkan suatu kelompok. Toleransi hanya halal untuk kaum mayoritas dan haram untuk kaum minoritas.
Bukankah setiap suku, agama serta adat yang lahir dan kepribadian bangsa Indonesia di masa lalu senantiasa mengajarkan untuk menghormati perbedaan yang ada, lalu kemanakah definisi ini pergi?? Kog bisa diera milenia nan canggih ini kita semakin bodoh ?? hingga akhirnya definisi toleransi yang begitu apik untuk membantu kesejahteraan manusia bisa bergeser sebegitu jauh 😤
Toleransi bukan ajang untuk melakukan kewajiban sebebas-bebasnya dengan cara mengabaikan hak-hak orang lain, kita ini makhluk sosial cuyy gag boleh egois menuntut hak kita melulu tapi menindas hak orang lain dan sekali lagi makhluk sosial adalah salah satu sifat dari MANUSIA.
Huhh entah sejak kapan dan bagaimana makna toleransi sudah bergeser begitu jauh dan yang lebih menyedihkan pergeseran toleransi malah digunakan sebagai alat pergulatan para tamu atas untuk mencapai tujuan mereka serta tanpa sadar kita masyarakat umum terpengaruh oleh pola pikir tersebut. Toleransi adalah sama kalau gag sama berarti gag punya hak, toleransi bukan lagi alat pemersatu perbedaan malah perbedaan itu yang menjadi pembatas dari toleransi itu sendiri. Entahh sampai kapan drama ini akan berakhir semoga pemimpin Indonesia di masa yang akan datang bisa memperbaiki pergeseran yang ada, Indonesia bukan hanya terdiri dari satu pulau, satu ras, satu etnik, satu adat apalagi satu agama. Indonesia terdiri dari jutaan perbedaan, di masa lalu perbedaan itu digunakan para pendiri bangsa untuk memerdekakan Indonesia. Semoga kita generasi pewaris bangga bisa ttp menjaga amanah para pahlawan dan Indonesia akan tetap ada entah satu bahkan seribu tahun lagi eaaaaa 😁.
Ini hanya sedikit tulisan semoga bisa bermanfaat mungkin ada saran kritik atas tulisan ini saya persilahkan 😆
Komentar
Posting Komentar